Selasa, 24 Januari 2017

Annyeong Haseyo #3


Oke saya coba menuntaskan cerita sederhana perjalanan Korea ini. Di bagian ke 3 ini saya mau cerita wisata di Korea. Dari banyaknya tempat yang bisa dikunjungi di Korea, waktu itu saya mendapat kesempatan mengunjungi lokasi pusat perbelanjaan di Seoul dan Nami Island.

Belanjaaaa...

Sepertinya hampir semua kota-kota besar di dunia pasti menawarkan wisata belanja. Seperti halnya kota Seoul. Nah, di Seoul sendiri ada macam-macam lokasi belanja, tergantung kita mau nyari apa. Karena Korea terkenal dengan produk-produk kecantikannya, saya dan teman-teman waktu itu mengunjungi Myeongdong. Waktu itu saya sih gak ngerti itu tempat apa, beberapa waktu terakhir ini saya baru tahu kalau Myeongdong adalah pusat belanja kosmetik yang terkenal di Korea. Pantes aja temen saya pada belanja kosmetik buat istrinya. Saya waktu itu malah gagal fokus sama penjual kaki limanya, penampakan gerobak-gerobak kaki lima di sana sangat mengundang selera.. 

Foto bersama di simpang jalan Myeongdong
Myeongdong ini modelnya seperti Malioboro. Tapi bedanya mobil motor gak ada, jadi yang boleh masuk ke jalanan ya pejalan kaki. Sangat nyaman dan menyenangkan berjalan di sana. Tadi saya bilang jajanan kaki lima yang mengundang selera. Saya kasih fotonya aja, sedikit contohnya :


Lezat 1 !!
Lezat 2 !!
Gagal Fokusss
Oke, intinya asyiklah di sana... (padahal males nulis....)

Nami Island

Okeh, kita lanjut ke perjalanan wisata selanjutnya. Kita menuju Nami Island. Tempat yang begitu romantis sampai-sampai orang Korea bilang jangan ke Nami Island kalau gak bawa pasangan (Dalem hati, "emang gua pikirin !!)...wekekekk.. 

Nah, Nami Island ini adalah sebuah pulau kecil yang terletak di tengah-tengah sungai. Untuk menuju ke Nami Island kita harus menaiki ferry yang selalu ada melayani ratusan pengunjung Nami island. Ferry ini continuous loh.. Saya kagum bener sama cara mereka me-manage pengunjung di sana. Sangat rapi, padahal sangat banyak orang yang mau ke Nami Island, tetapi di ferry sangat nyaman dan tidak sampai desak-desakan rebutan tempat. Salut..

Apa yang dilihat di Nami Island?? Gak ada.. wekekekk.. Sebetulnya di Nami Island ini wisata foto. Lokasinya sangat instagramable kalau kata anak muda jaman sekarang. Banyak pohon-pohon tinggi yang daunnya berwarna kuning, sangat indah dan romantis.. Kalau musim dingin kayanya lebih romantis lagi ditambah efek-efek salju. Sayangnya saya waktu itu sedang awal-awal musim dingin, jadi tidak ada saljunya. Tapi tetap saja, sangat instagramable... 

Ohiya, Nami Island ini adalah lokasi syuting drama korea yang sangat terkenal.. Judulnya..... (mikir...) Winter Sonata. Filmnya bagus banget, katanya. Saya juga gak pernah nonton. Tapi coba cek di you tube deh Winter Sonata yang lagi shooting di Nami Island.. Romantisss bangett...saya juga belum ngecek di you tube...

Ferry pengangkut ke Nami Island
welcome to Nami Island :D:D
Instagramable 1 !!
Instagramable 2 !!

Merenung di lokasi adegan Winter Sonata yang paling romantiss.. Sedih juga sebetulnya....

Pohon romantiss...
Tidak instagramable. Sengaja fotonya miring supaya otot leher agak nyantai... 
Intinya asyiklah jalan-jalan di Nami Island... (padahal males nulis...)

Oke sekian dari saya. Monggo di comment...

Sekian_kdn




Minggu, 11 Desember 2016

Annyeong Haseyo #2

Sebagai orang Muslim, saya tentunya punya kewajiban melaksanakan ibadah wajib sehari-hari di Korea. Seperti Sholat 5 waktu. 

Ibadah

Selama ngantor di Korea, karena saya dan teman-teman mayoritas beragama Islam, kami diberikan satu ruangan khusus untuk melaksakan sholat. Sebetulnya ruangan kecil itu adalah ruangan meeting, tapi khusus seminggu, ruangan itu dikhususkan untuk kami beribadah. Mengenai wudhu, kami mengambilnya dari wastafel toilet. Yah, harus pintar-pintar memanfaatkan fasilitas yang ada.

Satu kali kami dapat kesempatan untuk mengunjungi Masjid yang ada di Seoul. Waktu itu kami hendak malaksanakan sholat Jumat. Masjid itu berada di daerah Itaewon. Jarak Itaewon dari kantor (daerah Yeoksam Gangnam) adalah 30 menit by Taxi. 

Daerah Itaewon
Sesampainya di sekitar Masjid, cukup banyak restoran yang menyajikan menu Halal. Dari menu timur tengah hingga menu nasi khas Melayu. Waktu itu kami mencoba nasi briani sebagai menu makan siang kami. Mungkin karena saya yang gak pernah makan nasi briani + tumpukan daging, waktu itu rasanya enak banget..

Lanjut sholat Jumat. Masjid Itaewon atau Masjid Pusat Seoul ini cukup besar. Jamaah yang bisa ditampung perkiraan saya bisa 500an orang. Jamaahnya sendiri dari bermacam-macam negara, dari Timur-tengah, africa, Melayu hingga Korea sendiri. 

Pintu utama Masjid 
Sholat Jumat di sini disampaikan dalam 3 bahasa. Arab, Inggris dan Korea. Karena disampaikan dalam 3 bahasa, waktu pelaksanaan Sholat Jumat menjadi cukup lama. Total 1 jam lebih pelaksanaan Sholat Jumat di sini. 

Setelah selesai sholat Jumat, jamaah tumpah ruah keluar Masjid. Momen yang sangat indah menurut saya. Semua orang dari berbagai macam ras budaya negara berkumpul saling menyapa dan berjabat tangan. Saya pikir ini adalah salah satu keindahan agama Islam yang menyatukan berbagai macam orang dalam satu ikatan persaudaraan sebenarnya. 

Jamaah masjid bercengkrama setelah Sholat Jumat
Oke, sekian dulu part 2 ini. Sampai ketemu di part #3

Sekian_kdn

Sabtu, 10 Desember 2016

Annyeong Haseyo #1

Jadi kemarin saya ditugaskan mencari kitab suci ke Korea Selatan untuk keperluan kantor. Karena ini adalah pengalaman pertama saya pergi jauh, jadi saya coba share beberapa cerita sederhana tetang negeri Korea.

First Impression

Mendarat di bandara Incheon, dari dalam pesawat saya bisa melihat bendera Korea Selatan super besar berkibar dengan gagahnya. Dari situ saya yakin saya berada di Korea waktu itu. Sayapun keluar pesawat dan memasuki Bandara.

Di dalam bandara sebetulnya biasa saja. Mungkin sebagai perbandingan, Bandara Incheon mirip-mirip bandara Ultimatenya Soetta. Tapi secara pelayanan bandara ini memang bagus sekali. Seperti pengambilan bagasi yang tidak butuh waktu lama dan transportasi yang semuanya terkoneksi. Dari lokasi kedatangan pesawat menuju imigrasi kita memakai subway/ kereta bawah tanah. Bisa dibayangkan betapa besar bandara ini. 

Oke lanjut ke perjalanan ke kota Seoul. Transportasi publik di Bandara Incheon adalah dengan subway. Dengan subway waktu tempuh dan tunggu penumpang sangat reliable. Waktu tunggu penumpang mungkin paling lama setiap 15 menit, sehingga penumpang dapat memaksimalkan waktu mereka kalau janjian sama orang lain. Bandara Incheon terletak di pesisir barat Korea Selatan, sedangakan Seoul terletak di sebelah timur dari bandara incheon. Jaraknya cukup jauh, jika memakai subway waktu tempuhnya kurang lebih 1 jam. Tetapi ada alternative lain jika ingin lebih cepat ke Seoul. Kita bisa menggunakan kereta cepat Airport Railway Express (AREX). Waktu tempuh dengan AREX dari Bandara ke Seoul kurang lebih 40 menit. 

Di dalam subway

Oke kita sampai di Kota Seoul. Hal baru yang saya rasakan adalah DINGIN... Kebetulan saya berangkat ketika Korea sedang awal-awal musim dingin. Temperature berkisar 0-15 deg C. Sebagai orang Indonesia yang baru pertama kali merasakan ini, saya bisa saja gak pakai jaket seharian hanya untuk merasakan sensasi dingin di perkotaan siang bolong, untungnya saya masih tau diri. 

Siang bolong pakai jaket tebel. Seru juga sebetulnya, katrok.
Ngomong-ngomong orang Korea. Saya pernah diceritakan perbandingan antara orang Korea dan Jepang. Intinya orang Korea lebih cuek dibanding dengan orang Jepang, apalagi yang ada di kota besar macam Seoul. Betul juga sih, gak pakai basa-basi, senyam-senyum. Tapi memang mungkin default orang Asia ya, orang Korea itu sebetulnya ramah dan baik-baik. Contohnya saja partner kerja saya orangnya baik, jujur dan ramah. Contoh lain juga mereka tidak segan-segan membantu orang kesusahan, terjadi waktu saya dan teman-teman kesusahan keluar stasiun karena bingung nge-tap kartu T-money di pintu keluar. Ada seorang ibu yang dengan cekatan membantu mengarahkan kami ke pintu emergency untuk keluar tanpa nge-tap kartu. Yah, asyiklah pokoknya..

Mungkin itu dulu bagian pertama. Sampai ketemu di postingan selanjutnya :D

Sekian-kdn

Minggu, 25 September 2016

Bontangss...

How i miss this city.... Ribuan jutaan kenangan.. Tidak bisa saya lupakan. Selain kotanya yang nyaman, di sana juga saya bertemu teman-teman sekolah yang luar biasa. Mewarnai perjalanan masa-masa remaja yang sangat berwarna. Teman yang luar biasa, luar biasa.. 

Saya mau cerita tentang salah satu tugas sekolah zaman masih SMA. Akibat memasukkan keyword 'vidatra' di youtube, jadilah saya ketemu video kocak bin gak jelas yang membuat saya tambah kangen sama teman-teman saya zaman sekolah dulu.

Jadi dulu waktu kelas 1 SMA, kami diminta membuat tugas membuat film oleh guru Seni dan Budaya. Jadilah kami sekelas berembug memikirkan film apa yang akan kami buat. Saya masih ingat waktu itu karena ide sudah mandeg, saya mengusulkan ide membuat film Tarzan yang masuk sekolah umum, menceritakan segala ketidakjelasan Tarzan dari hutan yang belajar di sekolah manusia beradab. Dann.. ide saya waktu itu ditolak mentah-mentah oleh kaum wanita yang tentu saja menginginkan sebuah tema yang lebih terkonsep (kayanya saya memang selalu merasa teman-teman saya terutama yang cewe selalu memikirkan konsep segala event sekolah dengan baik dan benar, ciri-ciri orang sukses..wkwkwk). Singkat cerita salah seorang teman cewe mengusulkan membuat film yang diadopsi dari sebuah novel karangan kakak kelas teman saya juga. Judul novelnya Reina Gadis dari Mars. dari judulnya saja sudah terbayang betapa film ini gak jelas... tapi okelah dari sisi kerapihan, film ini memang dikonsep secara rapi.. Salute !! 

Proses syuting film ini diambil di seputaran sekolah dan lingkungan PTB. Dari scene-scenenya tambah membuat saya kangen. Belum lagi kelakuan-kelakuan sahabat saya yang agak gendeng setengah gila. Mungkin biasa saja kalau orang lain yang lihat. Tapi kalau saya yang membayangkan teman-teman saya memerankan sebuah peran di film ini, saya ngekek membayangkan wajah mereka satu-persatu. Semoga kalian semua selalu sehat dan berada dalam lindungan Allah SWT. 

Saya ambil contoh, melihat adegan kawan saya alm. Rudi Rauf. Saya ngekek melihat dia, apalagi kalau sudah ketemu sama Amri ustaz abal-abal.. tambah ngekek saya membayangkan persahabatan mereka berdua. Contoh adegannya waktu si Rudi dkk lagi makan di REGA (menit 1.01.06), si Amri datang membawa nampan membawakan minuman untuk mereka, terus Rudi dkk berkata kepada Amri, "makasih om..", sama sekali adegan yang gak penting... Terus waktu mereka bubar, si Rudi tiba-tiba datang lagi ke meja, cuma mau ngambil tas yang ketinggalan di meja lalu nyeruput jus jeruk yang belum habis dan langsung berlalu, si Amri yang entah kenapa ada juga di scene itu cuma bisa megang-megang kepala gak jelas. Lagi-lagi, sama sekali adegan yang tidak penting (2).

Saya juga ketawa melihat adegan-adegan mereka secara umum. Ada Rizal yang memang dasarnya orang ini cerdas dan kocak, Adli yang lugu-lugu gak jelas, erick yang di film ini sama sekali tidak mewakili kepribadiannya, reja gak jelas sama sekali, charles yang memang paslah di film ini, cewe-cewe yang pake jilbab tapi jadi genk sekolah yang mengintimidasi reina di toilet sekolah (astagfirullah..), ada kawan-kawan yang dulu aktif bareng di organisasi semacam Mayang, Ainun dan Dini, tiga-tiganya udah nikah..wkwkwkkk.. 


Yah, hanya share tentang kerinduan kota Bontang + segala pernak-perniknya. Sudah beberapa bulan terakhir ini merasa kangen sekali dengan kota ini. Semoga bisa kembali ke kota ini membangun dan berkarya di sana. Ohiya buat teman-teman saya, sukses selalu. Jangan lupa kita pernah membuat film gak jelas semacam ini. 

unquote : suatu malam waktu film ini diedit di rumah sang sutradara Ofianto si tangan kasar. Si Erick yang hobbynya loncat-loncat melihat timbangan badan di lantai. Entah kenapa ia reflek loncat-loncat di timbangan itu. Alhasil timbangan itu rusak (panah penunjuknya gak balik-balik lagi). Ofianto sang tuan rumahpun melihat kerusakan yang terjadi pada timbangannya dan sontak marah-marah. Tiba-tiba ia teriak,"weh, 300 ribuuu iniii !!!!". Kok bisa dia menentukan harga timbangan secepat itu. Masih bingung sampai hari ini saya.. wkwkwkk peace fi :DD

Thanks_kdn



Senin, 05 September 2016

Piping Hint - Allowable Nozzle for Static Equipment

Kali ini saya akan sedikit membahas mengenai evaluasi sistem perpipaan yang terpasang pada nozzle static equipment. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita memastikan Force (F) dan Moment (M) dari pipa tidak merusak nozzle dari static equipment. Tentu saja penentuan allowable load pada nozzle equipment menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Setelah penentuan allowable load didapatkan, maka kita bisa membandingkan hasil kalkulasi Force dan Moment pada pipa terhadap allowable load pada nozzle equipment.

Dwg. 1 Typical F & M axis (drawing : piping-engineering.com)
Pada Dwg. 1 kita dapat melihat arah force dan moment yang menjadi pembanding hasil perhitungan stress pada pipa. Nilai dari allowable load nozzle bisa didapatkan dari referensi umum (handbook, internet, etc) maupun internal formula dari perusahaan tertentu. Biasanya nilai Force dan Moment akan bergantung pada faktor geomteri vessel dan diameter dari pipa. Cylindrical shell dan dished/ spherical/ ellipsoidal akan memberikan nilai allowable yang berbeda.

Evaluasi nilai maximum allowable nozzle static equipment dapat pula dilakukan degan mengikuti skema WRC 107/WRC 297. Output dari skema WRC 107/ 297 adalah maximum Force dan Moment pada pipa dari input vessel geometri termasuk reinforced pad, internal pressure dan kekuatan material. Jika kita merujuk pada program CAESAR, kita dapat langsung memberikan input dari vessel, force & moment dari pipa hingga evaluasi aman tidaknya sistem koneksi pipa ke nozzle vessel. 

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan langsung komentar saja. InsyaAllah akan dijawab jika saya memang punya jawabannya :) feel free to discuss...

Thanks_kdn


Rabu, 27 Juli 2016

Hampir

Hampir..
Kutemui dengan niat lurus
Setidaknya kucoba meluruskan niat
Yakin mulai muncul
Bunga mulai mekar
Kuusahakan dirimu
Tapi....
Inilah mungkin yang namanya hampir..
Hampir saja...

Sekian_kdn



Minggu, 10 April 2016

Kemana

Pernah Sarah bilang ke Si Doel kalau Si Doel itu lebih cocok kuliah di jurusan filsafat daripada jurusan Teknik Mesin. Saya kok jadi merasa seperti Si Doel ya.. Tapi betapa itu memang benar adanya terkadang aku ini begitu dalam memaknai hal yang begitu sederhana di depan mata.wekekkk.. 

Umur saya 25 tahun sekarang. Banyak sekali hal-hal selalu terpikir, seperti nikah, nikah, nikah.. tujuan hidup, mau apa lagi di usia sekarang, orang tua, pekerjaan, konsep hidup di masa yang akan datang, mengapa orang Indonesia suka buang sampah sembarangan dan banyak lagi yang lainnya. 

Semua pemikiran-pemikiran bermuara pada satu kesimpulan, bijaklah menjadi manusia. Manusia yang bijak memandang persoalan, manusia yang bijak dalam berpikir serta bijak dalam bertindak. Kebijaksanaan ini akan bermuara pada suatu kebahagiaan. Dan kebahagiaan akan sempurna ketika kita kembalikan semua kepada Tuhan. Tuhan yang mengatur segala penciptaan dan kejadiaan yang mustahil akibat suatu kebetulan. Nikmat.. susah dipraktekkan tapi.. 

Saya juga mencoba selalu bijak, termasuk apapun do'a saya yang mungkin belum dikabulkan oleh Tuhan.
 
Btw, mengutip postingan kakak saya, "Cobalah tidak menjadi orang yang sukses, tapi jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain" MERDEKA !! TETAP SEMANGAT !! 

Syukur dan Ikhlaskan, Alhamdulillahirobbilalamiin..

Minggu, April 10th 2016 - di kantor yang sudah bukan jam lembur
Sekian_kdn