Senin, 05 September 2016

Piping Hint - Allowable Nozzle for Static Equipment

Kali ini saya akan sedikit membahas mengenai evaluasi sistem perpipaan yang terpasang pada nozzle static equipment. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita memastikan Force (F) dan Moment (M) dari pipa tidak merusak nozzle dari static equipment. Tentu saja penentuan allowable load pada nozzle equipment menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Setelah penentuan allowable load didapatkan, maka kita bisa membandingkan hasil kalkulasi Force dan Moment pada pipa terhadap allowable load pada nozzle equipment.

Dwg. 1 Typical F & M axis (drawing : piping-engineering.com)
Pada Dwg. 1 kita dapat melihat arah force dan moment yang menjadi pembanding hasil perhitungan stress pada pipa. Nilai dari allowable load nozzle bisa didapatkan dari referensi umum (handbook, internet, etc) maupun internal formula dari perusahaan tertentu. Biasanya nilai Force dan Moment akan bergantung pada faktor geomteri vessel dan diameter dari pipa. Cylindrical shell dan dished/ spherical/ ellipsoidal akan memberikan nilai allowable yang berbeda.

Evaluasi nilai maximum allowable nozzle static equipment dapat pula dilakukan degan mengikuti skema WRC 107/WRC 297. Output dari skema WRC 107/ 297 adalah maximum Force dan Moment pada pipa dari input vessel geometri termasuk reinforced pad, internal pressure dan kekuatan material. Jika kita merujuk pada program CAESAR, kita dapat langsung memberikan input dari vessel, force & moment dari pipa hingga evaluasi aman tidaknya sistem koneksi pipa ke nozzle vessel. 

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan langsung komentar saja. InsyaAllah akan dijawab jika saya memang punya jawabannya :) feel free to discuss...

Thanks_kdn


Tidak ada komentar:

Posting Komentar