Sabtu, 19 Mei 2012

Memori Sebuah Goa

Bontang, lagi-lagi tentang Bontang, mau di apa, namanya juga lagi kangen.

Oke, berikut adalah salah satu cerita saat di Bontang. Bersama kawan yang lebih mirip orang edan kami menelusuri sebuah goa yang belum banyak orang tahu (atau kami aja yang tidak mau cari tahu). Seru juga sebetulnya, karena saat menelusuri goa kami semua masih pemula untuk urusan beginian. Gak ada guide, gak ada alat pelindung diri yang memadai, cukup berbekal pengalaman seseorang ''katanya'' sudah hafal seluk beluk jalan goa (walaupun sempat tersesat yang membuat seisi rombongan kalang kabut didalam goa yang gelap, serius goa itu gelap sekali, duakali kalau bisa..)

Karena foto mencerminkan cerita yang banyak dan dalam :  
Panjat Goa - Karena goa berada diatas bukit, Kami harus memanjat  bukit untuk masuk kedalam goa, walau  gak se-ekstrim gambar ini ye. Gambar ini mungkin karena obsesi sesaat objek yang difoto. ( model ; Dondy Bontang Kuala )
Air Terjun Goa - Saat tiba di mulut goa, Kita  akan disajikan minuman pembuka berupa air terjun. Luar biasa ya, saya jamin siapapun akan excited kalau dapat air terjun seperti ini. Air terjunnya bertingkat jek !! Dari bukit goanya sudah ada air tejun, naik keatas hingga mencapai mulut goa kita kembali bertemu air terjun.. keran gak tuh.. Liat aja foto di atas, orang-orang di foto terlihat bahagia nampaknya, mungkin mereka baru menemukan hiburan ditengah kegelisahan hidup, sendal aja sampai dimasukin ke kantong celana, berenang pakai kacamata hitam.. kurang tau juga maksudnya apa...
Gari Finish - Terlihat ya, goa ini memberikan kami akhir yang indah untuk foto-foto. Diakhir perjalanan kita harus kembali memanjat tebing goa untuk keluar. Foto diatas menunjukkan kemiringan goa menuju jalan keluar. 
Dalam Goa - Difoto goa sepertinya terang bederang, tapi ini pengaruh blitz kamera. Kemudian di dalam goa kita akan menemukan lumayan banyak stalaktit/mit di langit dan lantai goa. Terlihat objek foto mengacungkan jari jempol pertanda perjalanan berjalan lancar (Nyari foto yang modelnya rame-rame, tapi kurang natural fotonya, jadilah foto ini diambil dgn. objek foto sendirian. Sepertinya dia tahu kalau suatu saat saya akan memasukkan foto dia sendirian di blog saya. btw namanya Reza sekarang kuliah di FK UB, temen sebangku ane dari TK sampai SMA..hahahahahaaa. gila bener ni orang, sebangku sama orang kalem..)
Hutan Tropis - Sudah keluar goa, saatnya beristirahat dan bercerita tentang serunya saat didalam goa (karena gak mungkin cerita didalam goa gelap, saking gelapnya suara sampai gak kedengaran.. lebay). Foto diatas menunjukkan sang objek yang difoto ingin memangsa ular yang lagi hinggap di pohon. Itu bercanda, dan garing. 
Kebersamaan - Ininih yang saya suka dari jalan-jalan. Tambah dekat dengan teman, banyak cerita lucu, ada bahan ejekan kalau kumpul, dan banyak lagi. Tapi dari itu semua saya belajar mencintai kota kelahiran saya lebih dari pada orang lain karena teman.
Dua Orang Perempuan - Ya, ini dua orang perempuan yang tiba-tiba  ikut. Lumayan nambah yang bawa makanan :D, atau mereka juga gak bawa makanan??? Karena kawan-kawan saya orang edan, dua orang ini juga ikut-ikutan edan, dengan jilbab, mereka tambah perkasa melibas isi goa dan hutan. Gila Benarr.. Saya tahu mengapa mereka berani menembus goa dan hutan yang lebat, karena mereka merasa aman dijaga dan dituntun orang yang lagi berdiri pakai kacamata hitam pada foto di atas. ( Model Perempuan : dari kiri, Azlin A.A dan Mayang A.P. )
Lagi-Lagi Keindahan - Luar Biasa kan.. atau biasa aja ya.. Ya apapun menurut saya ini LUAR BIASA !!  Sungai, Air terjun, goa, hutan.. paduan sempurna. Paduan ini yang membuat saya selalu rindu tentang hawa panas sebuah kota, harum hujan sebuah kota, biru langit sebuah kota, lebat hutan sebuah kota, sepi sunyi sebuah kota, kawan luar biasa juga di sebuah kota.. Sungguh saya rindu saat itu, tapi biarlah itu menjadi memori indah, karena rindu itu yang membuat memori berharga. Nice..
Berlomba membeli pelangi, ternyata pelangi itu gratis.. Jangan lupa menikmati hidup ini jek :D
Membuat permanen salah satu cerita di Kota Kenangan Bontang. Semoga menginspirasi.
sekian_kdn






Kamis, 26 April 2012

Terimakasih Segelas Teh

Segelas teh aku berterimakasih,
menemani saat badan ini tak enak,
seakan semua penyakit bisa engkau redam,
seakan perasaan bisa engkau buat selalu senang..

Segelas teh aku berterimaksih,
gelas dengan air sejuta umat,
paduan warna dan manisnya rasa,
memadukan perasaan dan heningnya suasana,
nyaman, nyaman dan sungguh itu adalah sebuah kenyamanan..

Segelas teh aku berterimakasih,
dan tentu hampir semua orang akan berpikir dan berkata sama..
Terimakasih segelas teh :)... Alhamdulillah...

sekian_kdn



Jumat, 20 April 2012

Syukur dan Ikhlas

Pernah nonton film " Kiamat Sudah Dekat " ? Yang bercerita tentang seorang pemuda brandal yang 'naksir' sama seorang gadis solehah anaknya Pak Haji. Pak Haji tidak setuju kalau anak gadisnya punya hubungan sama si pemuda brandal, tetapi si pemuda udah kebelet ingin mendapatkan si gadis pujaan ( sebenernya gadisnya juga suka sama tu brandal ). Pemuda brandal itupun melakukan segala cara demi mendapatkan si gadis. Singkat cerita Pak Haji yang sudah muak sama si brandalan memberikan beberapa syarat kepada pemuda itu, dan syarat yang terakhir ialah menguasai sebuah ilmu yang konon sangat susah untuk dikuasai, ilmu itu tak lain tak bukan = ilmu ikhlas.

Ikhlas, betapa akhirnya pemuda itu ikhlas menerima kenyataan bahwa si gadis pujaan sudah dijodohkan sama sang ayah. Ia Ikhlas lahir batin, merelakan sang gadis dipinang lelaki lain. Ia Ikhlas, dan cerita itu berujung Pak Haji yang berubah pikiran untuk menikahkan anaknya kepada pemuda brandal karena simpel saja, ia telah bisa bersifat ikhlas. Menarik..

Ikhlas, tak mudah dan tidak selalu happy ending, tetapi justru tidak selalu happy ending itulah ikhlas kita terletak, karena esensi Ikhlas ialah merelakan apa yang kita berikan, karena Allah. Karena Allah.. Hanya karena Allah. Dan hendaknya ikhlas dibarengi rasa Syukur, dimana kita menerima apa yang diberikan Allah juga karena Allah.

Ikhlas dan Syukur, tahukah betapa susahnya ilmu ini. Pantaslah Pak Haji memberikan syarat Ikhlas sebagai syarat terakhir.. Tenanglah, ikhlaskan dan syukuri... Astagfirullahhaladziim, Alhamdulillah..

sekian_kdn


Kamis, 22 Maret 2012

Mahasiswa Pahlawan Rakyat

Mahasiswa. Seorang yang menjadi harapan masyarakat membawa bangsa, negara dan negeri ini ke tempat bernama kejayaan. Seorang yang menjadi corong solusi dari berbagai masalah yang timbul di masyarakat. Seorang yang arif dalam memandang, bijak dalam mendengar dan tepat dalam berbuat. Mahasiswa, betapa semua harapan tiada lain tiada bukan sesungguhnya ada di pundak engkau, mahasiswa. 

Akhir-akhir ini banyak aksi ( mahasiswa ) menentang keputusan pemerintah menaikkan harga BBM bulan April nanti. Jika bahan bakar minyak naik semua harga kebutuhan pokok akan naik, semua tau itu. Dan mahasiswa lagi-lagi menjadi garda terdepan menyuarakan ketidaksetujuan mereka dengan aksi turun ke jalan. Bentuk solidaritas kepada rakyat, bentuk perpanjangan lidah dari teriakan rakyat. Sungguh mulia. Mereka berteriak, berorasi, mengajak massa, membakar ban dan akhirnya.. menutup jalan protokol, menghentikan truck pengangkut BBM, dan sekali lagi akhirnya.. menutup segala yang ada, menghentikan semua yang lewat...

Jumat, 16 Maret 2012

Makan Ati ( Konotatif Denotatif )

Makan Ati..
Benar-benar makan ati,
kau bilang apa, sebetulnya jadi apa..
kau mau apa, sebetulnya iseng saja..
kau idealis, hanya sok belaka..
sebetulnya ini apa..
Kau kemana, akupun entah kemana..

Makan Ati..
Benar-benar makan ati,
kupercayakan, kau menghilang..
kubuatkan, kau tinggalkan..
kuuruskan, kau sepele..
sebetulnya ini apa..
Kau dimana, akupun dimana..

Makan Ati..
Benar-benar makan ati,
antara mau dan benci, beda tipis..
pahit, pahit dan lagi-lagi pahit...

sekian_kdn



Rabu, 15 Februari 2012

Sadar Pintu Pernikahan

Bontang, 4 Februari 2012. Hari bersejarah, dimana tinggal satu dari tiga orang lagi yang belum menyempurnakan agamanya. Dimana semua kakak Saya tercinta telah menemukan partner hidup. Dimana Saya menjadi satu-satunya putra yang belum mendapat jodoh.

Aneh sebetulnya rasanya, ketika kumpul keluarga besar saya menjadi satu-satunya orang yang tidak punya pasangan. Ditambah berbagai sergapan sahutan om tante yang dengan setengah menggoda berkata, "Yang ini kapan nikahnya ? ".  Lucu juga si sebetulnya, dari titik itulah saya menyadari dan meyakini ternyata menikah itu hampir didepan mata sekarang, tinggal jodohnya dimana? wkwk.

Senin, 19 Desember 2011

Fase 2 Tahun

Bulan Desember ini, tanda pertengahan jalan dari sebuah fase hidup yang saya jalani. Fase belajar tujuan hidup, fase pembekalan diri, fase kemandirian, fase manajemen qolbu. Fase paling menantang sejauh ini.

Dua tahun lebih semua fase itu datang, tak ada yang meminta semua serba otomatis. Diberondong ribuan peluru fase-fase yang mencerahkan tapi kadang memuakkan. Luar biasa rasanya. 

Dua tahun lalu, bayangan saya tidak terlalu sama dengan apa yang saya alami sekarang. Tidak terbayang saya bisa menjadi seseorang seperti sekarang. Dari sisi terburuk hingga sisi terbaiknya.