Jumat, 24 Juni 2011

Impian, Setidaknya untuk Anakku...

Changing the world. Official World Scout Jamboree song 2011

Hingga saat ini saya masih bercita-cita untuk bisa ikut.
Mengubah dunia dengan berjabat tangan mempererat pertemanan.
Bersaudara dengan kawan yang belum pernah bertemu sebelumnya..
Suatu saat..
Setidaknya untuk Anakku...kdn

Jumat, 17 Juni 2011

Selamat Datang di Negeri Kleptokrasi

Wah, entah apa ini. Seakan kita hidup di sebuah negara yang dipimpin oleh para maling. Seakan kita dikuasai oleh para pembuat birokrasi kompleks. Entah apa ini. Pusing melihat ''mereka''. Tak ada  pengabdian yang ada kepentingan. Klepto kau !! Klepto kesejahteraan !! Klepto kesamarataan !! Klepto keadilan !!

Hha, mungkin dari pembuka dipostingan kali ini mewakili perasaan saya pribadi atau teman-teman yang muak melihat tingkah laku manusia setengah dewa yang berdiri mengangkang di kursi kekuasaan ( numpang copas lagu bang Iwan ). Betul-betul terlalu. Tapi setelah dipikir-pikir ternyata dengan pikiran seperti itu saya seakan menghakimi bapak-bapak pemegang kekuasaan. Mengapa ?? karena saya sendiri belum tentu tidak akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh pak koruptor, pak mafia, atau pak-pak yang lain sekarang. Menarik bila saya kutip kata-kata Ruhut Sitompul, '' Anda belum pernah menjadi Saya, tetapi Saya sudah pernah jadi Anda.. '' ( anda : mahasiswa ). Wah berat juga kalau begitu. Kita sekarang boleh teriak, memaki para koruptor, para maling, para mafia, para buron yang kabur ke luar negeri, tetapi coba bayangkan 20 tahun lagi saat kita mungkin menduduki kursi strategis seperti DPR, DPD, MA, Menteri bahkan Presiden ?? ada yang berani jamin kita tak akan melakukan hal-hal yang keji a.k.a Korupsi, lobi-lobi busuk dan lain sebagainya.. sepertinya saya ragu, karena saya sendiri kerap tidur waktu kuliah, terus kenapa saya memaki anggota DPR yang tertidur waktu sidang.. 
sumber gambar : google

Jumat, 20 Mei 2011

Hidup

Kita hidup maka kayakan hidup, semarakkan hidup, warnai hidup, ukirlah hidup..

Kita hidup maka senangkan hidup, bahagiakan hidup, sabarkan hidup, tenangkan hidup, tabahkan hidup..

Kita hidup maka sibukkan hidup, santaikan hidup, isilah hidup, aturlah hidup..

Kita hidup untuk menghidupkan hidup...

















Sebuah puisi ditengah kegelisahan hidup..
sekian_kdn

Sabtu, 30 April 2011

Teringat Pak Daming

Siapa Pak Daming? sosok paruh baya yang menjadi andalan pangkas rambut jaman bocah sampai remaja di Bontang. Dari kalau saya mau cukur tempat duduk harus diberi tambahan papan karena belum cukup umur pake kursi dewasa sampai tak lagi harus pakai papan karena badan yang sudah tumbuh besar dan tinggi. Semua terjadi di sana. Obrolan khas merakyat yang jujur berisi kritik sosial kehidupan sekitar yang diperdengarkan oleh duet Pak Daming dengan Ayah Saya, sampai peristiwa-peristiwa yang mengasah tanggung jawab karena saya pernah menghilangkan atau tepatnya meninggalkan salah satu topi andalan ayah saya di tempat cukur Pak Daming. Semua terjadi di sana. Dari yang awalnya harus ditemani ayah pergi cukur, sampai bisa pergi sendiri, bawa sepeda sendiri, bawa motor sendiri ke tempat Pak Daming. Semua terjadi di sana. Salah satu yang mewarnai memori kehidupan masa kecil dan memori perubahan kota Bontang tentunya.


Senin, 18 April 2011

Catatan Sindoro 3153 mdpl

Sindoro. Ya Gunung Sindoro, salah satu tujuan pendakian di daerah Jawa Tengah. Gunung Sindoro terletak di daerah antara Temanggung - Wonosobo. Ketinggian Sindoro mencapai 3153 meter di atas permukaan laut. Sindoro sendiri juga sering dijadikan tujuan pendakian yang disandingkan dengan Gunung Sumbing karena letak Gunung Sindoro - Sumbing yang hanya dipisahkan jalan penghubung daerah Temanggung ( Parakan ) - Wonosobo. 

Kali ini saya dan kawan saya berkesempatan mencicipi muncak di Gunung Sindoro. Jalur pendakian kami pilih melewati jalur kledung. Proses pendakian sendiri Alhamdulillah berjalan lancar. Kebetulan juga cuaca saat kami mendaki sangat mendukung, tidak telampau panas dan tidak terlampau basah karena hujan. berikut sedikit dokumentasi kami :

foto sebelum daki di basecamp
Pemandangan Gn. Sumbing dari kaki Gn. Sindoro

POS 3

Minggu, 27 Maret 2011

Buatlah Dongkrak dengan Daun Singkong..

Ini adalah sebuah dongkrak yang unik. Mengapa? pertama dongkrak ini adalah hasil karya buah pikiran empat orang yang dipertemukan perihal mata kuliah satu SKS. kedua, proses perancangan dongkrak ini cukup menguras hati, dari mengulur-ulur kerjaan padahal sudah dekat deadline, hampir baku hantam gara-gara saya yang terlalu nyantai menunda proyek ini dan berbagai lika-liku garapan proyek dongkrak ini.

Sebelumnya akan saya perlihatkan wujud dongkrak ini, siapa tau ada produsen dongkrak tertarik membuat dongkrak ini untuk dijual..hahaa.. tapi rasanya gak mungkin.. tapi tak ada yang tak mungkin di dunia ini, oke dari pada lama-lama cekibrot:

Dongkrak Kami

Sabtu, 12 Maret 2011

Kenangan Tertinggal di Teluk Kaba

Perjalanan itu terjadi sekitar akhir bulan April atau awal bulan Mei tahun 2005. Kami melakukan sebuah ekspedisi santai menuju daerah padat hutan bakau di kawasan Taman Nasional Kutai, daerah tersebut bernama Teluk Kaba. Untuk pertama, daerah itu terdengar asing di telinga kami, hanya beberapa dari kami yang telah mengetahui daerah tersebut dari cerita-cerita orang yang kebetulan pernah mengunjungi Teluk Kaba sebelumnya. Hampir Seluruh dari kami waktu itu baru akan menginjakkan kakinya di daerah yang ternyata akan ada pengalaman luar biasa yang akan kami alami di sana. Hal itu membuat kami semua waktu itu sangat bersemangat untuk merasakan sensasi hidup di rimba tanpa adanya keramaian, peradaban dan jauh dari kota. Waktu itu kami rata-rata berumur 14-15 tahun, dan kami didampingi oleh tiga pembina, yaitu Pak Jun, Pak Mustofa dan Kak Zailani dari petugas TNK yang berbaik hati ikut mendampingi ekspidisi waktu itu. Dan pengalaman luar biasa itu dimulai...

Kami awali perjalanan dengan menggunakan SpeedBoat langsung menuju Teluk Kabah. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit. Sesampainya disana, kami langsung menuju basecamp tempat kami rencana menginap. Jarak basecamp dengan pelabuhan kira-kira 300 meter yang kami tempuh dengan berjalan kaki dan juga tidak lupa seluruh perlengkapan kehidupan misal, kompor + tabungnya, tenda, dan barang-barang pribadi yang kami angkat setengah mati. Tetapi segala tantangan itulah yang membuat kami tidak tenggelam dalam jurang keputus asaan.
muka girang..wekekekek..