Minggu, 26 April 2015

Nikmat


Di dinding tembok itu tertulis tahun ini sudah harus bisa diving, dan ketika itu terjadi saya jadi lebih mengerti dan bersyukur akan nikmat Tuhan kepada saya..

Saya lebih paham akan nikmat pendengaran dan pengelihatan. Pun ketika turun menyelam saya jadi mengerti betapa penting pendengaran dan pengelihatan.

Indah dunia bawah laut seperti dunia baru. Baru terlihat di depan mata dan kepala. Ikan-ikan berenang bersama di depan mata dan kepala. Semua itu saya katakan sebagai satu kata.. nikmat...

Alhamdulillah...

Sekian_kdn


Kamis, 12 Maret 2015

Cerita Buluk #5

Tahukah dirimu, apakah tidur yang paling nyenyak di dunia? Tidur yang paling nyenyak di dunia itu (mungkin) adalah tidur saat mendengarkan khotbah Jum'at. Waktu tidurnya mungkin hanya 20 menit + posisi duduk, tapi menurut saya itu adalah tidur dengan kualitas nomer wahid sangat nyenyak. Salah satu alasan mengapa tidur ini menjadi sangat berkualitas (mungkin) adalah bisikan syaiton yang menambah nikmat semilir angin masjid penunjang tidur yang berkualitas.

Oke, lanjut ke inti cerita. Saya termasuk yang sering tertidur saat khotbah Jum'at. Entah itu tertidur atau berpangku tangan seperti sengaja tidur. Suatu hari saya bertekad untuk mendengarkan khotbah jum'at dengan penuh antusias mengingat sudah sering saya TERTIDUR saat khotbah jum'at dimulai.

Jum'at itu saya merasa lumayan segar, tidak mengantuk. Penceramah naik mimbar setelah Adzan kedua. Melanjutkan ceramahnya dengan pembukaan berbahasa arab. Saya mencoba melawan kantuk yang mulai datang dan terus mendengar ustazz berbicara berbahasa Arab. Masih, menggunakan bahasa arab dia terus berbicara, dalam hati saya berujar, "ini muqaddimahnya panjang juga ya". Sampai pada satu waktu sang ustaz duduk sejenak dan kembali berdiri melanjutkan ceramahnya yang masih berbahasa arab. Saya masih berpikir, amalan apalagi ini yg dipraktikkan sang ustazz. Lalu tiba-tiba sang ustazz berdoa untuk kaum muslimin dan muslimat menandakan ceramah sudah masuk rukun doa. Saya langsung menyadari kalau ceramah sudah masuk khutbah kedua sedari tadi dan saya sukses mecapai target mendengarkan khotbah Jum'at tanpa tertidur. 

Sholat Jum'at, dan selesai. Saya masih berpikir, satu2nya hikmah yang saya dapat dari ceramah jum'at tadi adalah pentingnya kita menguasai bahasa arab.

sekian_kdn

Jumat, 06 Februari 2015

Konsep Hutan

Dalam mengarungi bahtera kehidupan biasanya kita punya obsesi tersendiri bagaimana kita berlayar dan dengan cara apa kita membentangkan layar perahunya. Saya sendiri punya satu obsesi atau bisa dibilang bermimpi untuk mengarungi kehidupan ini di tengah hutan (konsep hutan). Merdeka, sederhana, arif dan terlihat macho.
 Salah satu kebun merica di tengah hutan yg pernah saya datangi. Saya gregetan manja melihat kebunnya..
Saya membayangkan saat saya butuh sayur ataupun buah, saya tinggal pergi ke hutan atau kebun kecil di sekitar rumah. Memetik sendiri dan mengolahnya sendiri. Saat mau makan ikan, daging atau ayam, saya tinggal mancing di sungai 500 m dari rumah, berburu rusa di hutan (mungkin nangkep rusa agak repot ya) atau ke kandang ayam belakang rumah. Saya berada di tengah hutan dan membuat sistem sendiri, merdeka dan menjadi manusia yang arif.

Banyak contoh kehidupan hutan yang cocok dengan bayangan saya. Saya pernah berkunjung ke kebun seseorang yang berada di tengah hutan. Di sana dia punya beberapa jenis tanaman kebun dan salah satunya adalah durian. Jadilah saya untuk pertama kalinya memakan durian yang baru jatuh dari pohonnya (sehari setelahnya saya langsung diare..). Saya juga pernah berkunjung ke sawah jadi-jadian di antahberantah, kebun merica, pohon kapas, dll. Suasananya saya suka, permai. Contoh sempurna hidup di tengah hutan itu juga bisa dilihat di sinema kartun Masha & The Bear, perfect !! Literally bukan di tengah hutan, jauh dari kota sebetulnya sudah cukup mewakili konsep hutan menurut saya. 

Hambatan pasti ada, seperti jauh dari segala hidup kekinian, gadget, i-net, akses keseluruh dunia, "kemudahan" hidup, dll. Tapi toh itu sebetulnya yang membuat konsep hutan ini luar biasa. Merdeka menjadi manusia seutuhnya.

Tapi ada satu hal sebetulnya. Kemarin saya denger temen kantor saya (cowboy senior) bilang, "Saya juga pengen hidup begitu, di tengah hutan. Tapi mau diapain istri dan anak, mau anak jadi kuper diajak ke tengah hutan gak punya teman. Ya sudah, jadilah saya hidup di kota". Saya cuma angguk2. Tapi yang namanya obsesikan gak papa ditanam dalam hati, setidaknya dia terus ada tumbuh, tidak menghilang.

Cuma sharing saja sih sebetulnya. Mungkin kalau semua kota di Indonesia bisa lebih permai dan bermartabat saya jadi punya obsesi yang lain dari pada hidup di tengah hutan dengan segala kesunyiannya.


Curhat colongan :
"What made me bahave that way?
Using word i never say,
I can only think it must be love,
Oh anyway, it's looking like a beautiful day..." Elbow - One Day Like This
Saya cuma senyum sambil menyilangkan tangan. Pura2 tidur dalam perjalanan.

Sekian_kdn



Senin, 13 Oktober 2014

Entah

Kadang-kadang aku kangen melihatmu bersemangat,
menggebu-gebu..
tidak hitungan,
main hajar,
bergembira dengan perjuangan..

Kadang-kadang aku rindu melihatmu bersikap optimis,
yakin,
visioner,
positif memandang sesuatu,
tertawa akan kesempitan..

Kadang-kadang.. entahlah...
sekian_kdn

Selasa, 07 Oktober 2014

Cerita Buluk #4

Cilegon - Suatu hari saya diminta menyiapkan list pertanyaan untuk pekerjaan sebuah project baru. Tidak semua memang, saya hanya diminta untuk menyiapkan list pertanyaan untuk disiplin Mechanical dan Piping. Karena posisi saya yang relatif baru (no need excuse :D) dan pengetahuan mengenai dunia engineering yang masih cetek, saya jalan terus merunut semua pertanyaan yang saya pikir pantas untuk ditanyakan.

Singkat cerita sampailah saya pada sebuah meeting membahas pertanyaan2 yg sudah disiapkan kelompok kecil yang terdiri dari berbagai disiplin, termasuk saya (Mechanical & Piping). Tak disangka tak dinyana meeting tersebut ramai dengan beberapa orang level atas dan ekspatriat berkulit sawo matang :). Saya yang masih anak bawang sontak "deg-degan". Yang ada di pikiran saat itu adalah apa yang akan terjadi saat beberapa "stupid questions" itu tampil di layar proyektor. Untunglah, saya pernah ikutan Pramuka. Mental ini terlatih untuk menghadapi segala macam kemungkinan. Yah apapun yang terjadi hadapi saja, jawab saja, sebisanya.

Berjalan meeting, sampailah pada sesi tanya jawab. Di sheet excel yang sudah disiapkan menunggu ikon mechanical piping (MECH-PIP) untuk segera di-klik. Sebelumnya ada pembahasan secara general bagaimana project ini akan berjalan. Hampir selesai pembahasan general mengenai proses dari project, tibalah saatnya list pertanyaan MECH-PIP ditampilkan. Sheet MECH-PIP sudah hampir dibuka saat boss saya mengatakan bahwa sisa pertanyaan dari disiplin yang lain akan dibahas lebih detail pada pertemuan selanjutnya bersama orang yang lebih specific pada disiplinnya masing-masing. Saya yang dari awal sudah menikmati adrenalin mangalir di seluruh tubuh otomatis mengucap kata syukur paripurna "Alhamdulillah..."

sekian_kdn

Jumat, 12 September 2014

Celoteh

Saat kuliah Matematika 4, Pak Dosen, sebut saja Pak Mawan menjelasakan sebuah persamaan panjang yang cukup rumit. Karena ini mata kuliah Matematika 4, otomatis pengetahuan yang diajarkan berkaitan dengan mata kuliah Matematika 1, 2 dan 3. Pak Mawan menuliskan persamaan panjang itu di papan kapur kelas. Setelah selesai menulis beliau menjelaskan formula itu panjang lebar. Di satu titik beliau mengupas kembali pelajaran di mata kuliah Matematika 1, 2 dan 3. Beliau bertanya kepada semua penghuni kelas, "Ingatkan yang ini? dulu diajarin kan? masa' lupa??.. Dulu gak ngerti sekarang lupa...". Sontak seisi kelas tertawa berjamaah..

Nah ini waktu kuliah Perpindahan Kalor dan Massa. Pak Ipul (nama samaran) yang gemar berkelakar di kelas bercerita mengenai perkembangan dunia otomotif dunia. Dia mencontohkan China yang sangat cerdas menjiplak kecanggihan teknologi negara lain. Seperti motor Jepang yang sukses dijiplak pabrikan China. Pak Ipul-pun menyebut satu merk pabrikan China benama Jialing. "China itu hebat ya, coba liat motornya dijual di Indonesia namanya Jialing. Sebetulnya Indonesia juga bisa seperti China main contoh teknologi. Kita buat motor juga seperti pabrikan China "Jialing" dan kita kasih nama motor kita "Jianc*k"...". Lagi-lagi, seisi kelas tanpa komando tertawa bersama.

Based on true story..
Sekian_kdn

Jumat, 05 September 2014

Mungkin

Saya mau cerita sedikit, boleh kan ya.. Jadi sudah hampir 6 bulan ini saya tinggal di sebuah kota di ujung pulau jawa, Cilegon. Kota dengan banyak sekali plant besar, mungkin kalau dibayangkan perputaran uang di sini bisa gak kebayang, jadi gak usah dibayangkan..hehehee..

Selama di kota ini saya tidak punya kendaraan bermotor, saya hanya mengandalkan jalan kaki + sepeda untuk akses kemana-mana. Selama jalan kaki + sepeda itu saya jadi bisa melihat langsung keadaan kota ini secara lebih utuh dan apa adanya.

Saya sering sekali mikir jika bertemu dengan sesuatu yang unik atau apapunlah yang bisa membuat saya berpikir. Kadang-kadang dari situ saya cuma bisa ketawa atau ngelus dada. Sehabis mikir bisa bersyukur atau malah bersedih.

Saya ambil contoh, ini terjadi sudah lama dan setiap saya melihat ini pasti langsung mikir. Jadi di kota ini saya sering bertemu dengan orang gila. Ya orang gila, secara visual kita bisa langsung mengenali mereka. Mereka terlihat tidak terurus, berantakan, lusuh, memakai pakaian yang tidak layak bahkan ada yang tidak memakai pakaian sama sekali. Tuhan ampuni kami semua...

Diambil di pinggir jalan plant Krakatau Steel
Setiap saya melihat mereka saya berpikir kita adalah manusia yang sama-sama hidup di dunia ini. Dengan berjuta limpahan rahmat dari Tuhan untuk kita ambil dan bersama-sama menikmatinya. Kenyataannya saya terus melihat mereka berada di jalan-jalan kota ini hampir disetiap perjalanan sepeda saya.

Ingin membantu sebetulnya, entahlah tapi saya menemukan diri saya harus menerima kenyataan bahwa saya hanya bisa melihat mereka tanpa melakukan hal apapun. Saya harus menerima kenyataan bahwa saya menemukan diri saya seperti orang-orang yang lain membiarkan mereka hidup seperti itu. Seperti menganggap mereka tidak ada. Entahlah, mungkin saya tidak bisa membantu apa-apa untuk orang lain. Setidaknya ini masih mungkin, semoga kata mungkin tidak berubah menjadi kata memang. Semoga.

sekian_kdn