Rabu, 27 Juli 2016

Hampir

Hampir..
Kutemui dengan niat lurus
Setidaknya kucoba meluruskan niat
Yakin mulai muncul
Bunga mulai mekar
Kuusahakan dirimu
Tapi....
Inilah mungkin yang namanya hampir..
Hampir saja...

Sekian_kdn



Minggu, 10 April 2016

Kemana

Pernah Sarah bilang ke Si Doel kalau Si Doel itu lebih cocok kuliah di jurusan filsafat daripada jurusan Teknik Mesin. Saya kok jadi merasa seperti Si Doel ya.. Tapi betapa itu memang benar adanya terkadang aku ini begitu dalam memaknai hal yang begitu sederhana di depan mata.wekekkk.. 

Umur saya 25 tahun sekarang. Banyak sekali hal-hal selalu terpikir, seperti nikah, nikah, nikah.. tujuan hidup, mau apa lagi di usia sekarang, orang tua, pekerjaan, konsep hidup di masa yang akan datang, mengapa orang Indonesia suka buang sampah sembarangan dan banyak lagi yang lainnya. 

Semua pemikiran-pemikiran bermuara pada satu kesimpulan, bijaklah menjadi manusia. Manusia yang bijak memandang persoalan, manusia yang bijak dalam berpikir serta bijak dalam bertindak. Kebijaksanaan ini akan bermuara pada suatu kebahagiaan. Dan kebahagiaan akan sempurna ketika kita kembalikan semua kepada Tuhan. Tuhan yang mengatur segala penciptaan dan kejadiaan yang mustahil akibat suatu kebetulan. Nikmat.. susah dipraktekkan tapi.. 

Saya juga mencoba selalu bijak, termasuk apapun do'a saya yang mungkin belum dikabulkan oleh Tuhan.
 
Btw, mengutip postingan kakak saya, "Cobalah tidak menjadi orang yang sukses, tapi jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain" MERDEKA !! TETAP SEMANGAT !! 

Syukur dan Ikhlaskan, Alhamdulillahirobbilalamiin..

Minggu, April 10th 2016 - di kantor yang sudah bukan jam lembur
Sekian_kdn

Sabtu, 06 Februari 2016

Untuk Kawan Lamaku

Sudah sekitar 6 tahun saya meninggalkan Kota Bontang. Dengan segala kenangan dan ceritanya yang memang betul-betul membuat saya menjadi orang yang sebegitu kangennya dengan kota ini. Salah satu faktor yang membuat kangen itu muncul adalah setiap kali saya ingat kawan-kawan saya selama di Bontang. Mereka yang membuat hari-hari saya di Bontang menjadi begitu berkesan.. Sangat berkesan... 

Laut darat sama-sama. Menikamti tanah borneo dan kearifan dengan semestinya. Thanks fellas.. 
Saya juga lucu kalau mengingat logat-logat yang sering kami katakan sebagai anak Bontang. Seperti botek, sota' barota, gibil, giba, cutek, bete en de gete', jadi jung, manisss, maniss bertaa.. Saya ketawa sendiri kalau membayangkan teman-teman saya mengatakannya. Lucu saja, entah dari mana asalnya yang penting enak kami katakan waktu itu. 

Kebetulan dulu saya hobby masuk-masuk hutan dengan anak-anak Pramuka. Mereka orang-orang spesial. Puluhan kali satu tenda, dari kondisi panas, hujan, tanah bebatuan dan hutan. Pernah buang hajat besar di tengah hutan secara bergantian, berenang di sungai dan lautan, masuk ke goa dan bergembira, ditangisi oleh sekumpulan wanita, meloncati bara api dan menginjaknya, menolong rusa di tengah hutan dan banyak lagi cerita yang terpatri kuat di otak saya. 

Mereka adalah teman-teman yang kebetulan bertemu saya dan pas memiliki hobby yang sama. Sama-sama suka menjadi orang gila dan menyatu dengan tanah benua etam. 

Terimakasih kawan, semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu ada bersama kalian saat ini, di manapun kalian berada di muka bumi ini... 

Sekian_kdn

Minggu, 23 Agustus 2015

#Jodoh

Jodoh..
Semoga kita akan bertemu..
Aku berharap sih secepatnya...

Jodoh..
Semoga saat itu kita bertemu..
Saat kau dan aku memang sedang punya niat terbaik...

Jodoh..
Ah.. keras hatiku, semoga luntur oleh lembut hatimu..
Menyempurnakan isi hati dan nurani..

Menguatkan aku yang terkadang goyang oleh angin yang kencang..
Bertahan dan saling berpegang..
Menjalani dan mengarungi hidup yang menderu-deru.
Sepertinya memang itu akan berjalan seru...

Jodoh.. semogalah...

Sekian_kdn

Minggu, 14 Juni 2015

Cerita Buluk #6

Mr. Freeze

Suatu hari ada orang cool naik busway. Saking coolnya dia selalu menatap lurus ke depan dan seolah acuh dengan kondisi sekitarnya. 

Singkat cerita, sebelum dia naik busway dia beli beberapa tempe mendoan yang sedap sekali dia pandang. Dia niatkan untuk memakannya di dalam busway. Di dalam busway yang tidak terlalu ramai, makanlah ia dengan nikmatnya sampai terbersit dan tersadarlah ia bahwa di dalam busway dilarang makan dan minum. 

Karena cool dan jaim, dia sok-sokan berhenti memakan tempe mendoannya yang tinggal dua kali gigit lagi habis. Dia pura-pura terlihat biasa sambil memegang tempe mendoan yang sudah ada gigitannya. Sambil terus terlihat cool, dia pindah tempat berdiri di pinggir pintu busway tepat antara ruang wanita dan umum. 

Beberapa menit kemudian, sambil terus memegang tempe mendoan dan memasang muka cool, dia niat untuk turun di halte selanjutnya karena sebetulnya dia merasa malu telah melanggar peraturan makan di dalam busway. 

Sesaat hilang fokus, dia yang berdiri di pinggir pintu busway tidak waspada mendengar sirine tanda pintu busway yang akan terbuka karena sudah sampai di halte pemberhentian. Tiba-tiba pintu terbuka mendorong dia yang lagi stay cool nyender di pinggir gerbang pintu dan reflek tolah-toleh kanan-kiri menyangka ada orang yang mendorong dirinya. Setelah momen tolah-toleh itu penumpang yang mayoritas duduk dan wanita melihat dia yang tolah-toleh gak jelas. Pintu buswaypun tertutup dan dia tidak sempat keluar. 

Oke, di halte selanjutnya dia berhasil keluar dengan wajah cool ganteng maksimal. Dalam hatinya berkata, "sakit sih gak sakit ya.. malunya itu lo...untung gak ada yang kenal..."

Jumat, 29 Mei 2015

Waras

Waras, satu kata ini ternyata sangat penting saat kita mengarungi bahtera kehidupan. Menjadi waras menurut saya tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Mencoba menjadi manusia sebiasa mungkin dan itu belum cukup menjamin kita menjadi seseorang yang punya pikiran waras. 

Saya jadi cukup mengerti, mengapa manusia menjadi sangat suka uang sehingga ia menjadi setengah waras.

Saya jadi cukup paham, mengapa manusia begitu suka jadi penguasa sehingga ia menjadi tak waras.

Dan banyak lagi ketidakwarasan yang ternyata bisa dengan mudah saya temui dalam kehidupan sehari-hari.

Kadang-kadang saya juga berpikir. Saya anak manusia sepertinya mulai tidak waras. Mulai suka main-main, egois, acuh tak acuh, kufur nikmat, haus segalanya.. 

Di simpang jalan saya hanya berdoa kepada Tuhan, jadikan kami semua hamba yang selalu bersyukur, arif dan bijaksana memandang kehidupan. Dan tidak lupa aku juga berdoa, ampuni kami semua dan buat kami tetap waras. 

Sekian_kdn

Minggu, 26 April 2015

Nikmat


Di dinding tembok itu tertulis tahun ini sudah harus bisa diving, dan ketika itu terjadi saya jadi lebih mengerti dan bersyukur akan nikmat Tuhan kepada saya..

Saya lebih paham akan nikmat pendengaran dan pengelihatan. Pun ketika turun menyelam saya jadi mengerti betapa penting pendengaran dan pengelihatan.

Indah dunia bawah laut seperti dunia baru. Baru terlihat di depan mata dan kepala. Ikan-ikan berenang bersama di depan mata dan kepala. Semua itu saya katakan sebagai satu kata.. nikmat...

Alhamdulillah...

Sekian_kdn