Senin, 14 Juni 2021

Nulis Yuk !

Setelah sekian lama. Saya kembali mencoba menuliskan lagi apa yang terpendam di otak ini. Hmm.. mungkin saya coba memulai nulis di blog ini dengan pengalaman saya mengenai manfaat menulis ya. Saya coba share sesuai dengan apa yang saya rasakan dan alami.

Mengapa menulis? Mungkin kalau dari saya hal yang paling bermanfaat dari menulis adalah dapat membantu memetakan apa yang ada di pikiran kita. Maksudnya gini nih.. Kalau kita punya suatu ide di pikiran/ otak kita, kadang kala kita sulit untuk memetakan sebuah ide hingga itu mudah untuk dipahami kita apalagi orang lain (apasih yang sebenarnya kita mau?). Dengan menulis, sepertinya jalan pikiran saya lebih terstruktur, dimulai dari ide besar sampai ke struktur terkecil. Kan susah ya kalau kita punya ide besar nih langsung loncat ke kesimpulan. Penting untuk berpikir rapi terstruktur stp by step. Dengan menulis, kita dipaksa untuk memulai paragraf pertama dengan pembukaan, kemudian langkah pertama di pragraf kedua begitu seterusnya hingga kesimpulan di paragraf terkahir. Secara tidak sadar pikiran kita jadi lebih terstruktur, tinggal mengkomunikasikan saja dengan tenang ke orang lain.. Impactnya, orang lain jadi lebih mudah memahami apa yang kita maksud bukan sekedar ide tapi step by step dari ide menuju ke bentuk konkret. 

Bukan itu saja ya, yang saya rasakan juga ada kepuasan batin setiap ada tulisan dengan tema tertentu saya selesaikan. Contohnya saja di blog ini. Kalau ada satu tulisan selesai dan saya publikasikan, seperti ada rasa puas dan happy. Itu mungkin beberapa terapi kesehatan mental menyarankan orang untuk menulis apa yang ia pikirkan sebelum tidur malam (saya juga punya buku diary yang saya tulis semasa kuliah, saya koleksi sampai sekarang masih ada :D). 

Terakhir, saya saranin ke pembaca sekalian, coba deh mulai nulis (saya juga mau mulai lagi nih). Apa yang kamu pikirkan tulis, lagi bete lagi seneng tulis. Tak apa sederhana sependek apapun juga. Setidaknya ada bukti konret kemu pernah merasakan sesuatu di waktu tertentu. Nanti pas kamu baca tulisanmu sendiri, kamu akan senyum sendiri. Oh aku bisa melewatinya dan aku menjadi lebih dewasa dalam berpikir terstruktur dan dapat menghadapi sebuah masalah.. Happy writing !

Sekian_kdn 

Selasa, 24 Januari 2017

Annyeong Haseyo #3


Oke saya coba menuntaskan cerita sederhana perjalanan Korea ini. Di bagian ke 3 ini saya mau cerita wisata di Korea. Dari banyaknya tempat yang bisa dikunjungi di Korea, waktu itu saya mendapat kesempatan mengunjungi lokasi pusat perbelanjaan di Seoul dan Nami Island.

Belanjaaaa...

Sepertinya hampir semua kota-kota besar di dunia pasti menawarkan wisata belanja. Seperti halnya kota Seoul. Nah, di Seoul sendiri ada macam-macam lokasi belanja, tergantung kita mau nyari apa. Karena Korea terkenal dengan produk-produk kecantikannya, saya dan teman-teman waktu itu mengunjungi Myeongdong. Waktu itu saya sih gak ngerti itu tempat apa, beberapa waktu terakhir ini saya baru tahu kalau Myeongdong adalah pusat belanja kosmetik yang terkenal di Korea. Pantes aja temen saya pada belanja kosmetik buat istrinya. Saya waktu itu malah gagal fokus sama penjual kaki limanya, penampakan gerobak-gerobak kaki lima di sana sangat mengundang selera.. 

Foto bersama di simpang jalan Myeongdong
Myeongdong ini modelnya seperti Malioboro. Tapi bedanya mobil motor gak ada, jadi yang boleh masuk ke jalanan ya pejalan kaki. Sangat nyaman dan menyenangkan berjalan di sana. Tadi saya bilang jajanan kaki lima yang mengundang selera. Saya kasih fotonya aja, sedikit contohnya :


Lezat 1 !!
Lezat 2 !!
Gagal Fokusss
Oke, intinya asyiklah di sana... (padahal males nulis....)

Nami Island

Okeh, kita lanjut ke perjalanan wisata selanjutnya. Kita menuju Nami Island. Tempat yang begitu romantis sampai-sampai orang Korea bilang jangan ke Nami Island kalau gak bawa pasangan (Dalem hati, "emang gua pikirin !!)...wekekekk.. 

Nah, Nami Island ini adalah sebuah pulau kecil yang terletak di tengah-tengah sungai. Untuk menuju ke Nami Island kita harus menaiki ferry yang selalu ada melayani ratusan pengunjung Nami island. Ferry ini continuous loh.. Saya kagum bener sama cara mereka me-manage pengunjung di sana. Sangat rapi, padahal sangat banyak orang yang mau ke Nami Island, tetapi di ferry sangat nyaman dan tidak sampai desak-desakan rebutan tempat. Salut..

Apa yang dilihat di Nami Island?? Gak ada.. wekekekk.. Sebetulnya di Nami Island ini wisata foto. Lokasinya sangat instagramable kalau kata anak muda jaman sekarang. Banyak pohon-pohon tinggi yang daunnya berwarna kuning, sangat indah dan romantis.. Kalau musim dingin kayanya lebih romantis lagi ditambah efek-efek salju. Sayangnya saya waktu itu sedang awal-awal musim dingin, jadi tidak ada saljunya. Tapi tetap saja, sangat instagramable... 

Ohiya, Nami Island ini adalah lokasi syuting drama korea yang sangat terkenal.. Judulnya..... (mikir...) Winter Sonata. Filmnya bagus banget, katanya. Saya juga gak pernah nonton. Tapi coba cek di you tube deh Winter Sonata yang lagi shooting di Nami Island.. Romantisss bangett...saya juga belum ngecek di you tube...

Ferry pengangkut ke Nami Island
welcome to Nami Island :D:D
Instagramable 1 !!
Instagramable 2 !!

Merenung di lokasi adegan Winter Sonata yang paling romantiss.. Sedih juga sebetulnya....

Pohon romantiss...
Tidak instagramable. Sengaja fotonya miring supaya otot leher agak nyantai... 
Intinya asyiklah jalan-jalan di Nami Island... (padahal males nulis...)

Oke sekian dari saya. Monggo di comment...

Sekian_kdn




Minggu, 11 Desember 2016

Annyeong Haseyo #2

Sebagai orang Muslim, saya tentunya punya kewajiban melaksanakan ibadah wajib sehari-hari di Korea. Seperti Sholat 5 waktu. 

Ibadah

Selama ngantor di Korea, karena saya dan teman-teman mayoritas beragama Islam, kami diberikan satu ruangan khusus untuk melaksakan sholat. Sebetulnya ruangan kecil itu adalah ruangan meeting, tapi khusus seminggu, ruangan itu dikhususkan untuk kami beribadah. Mengenai wudhu, kami mengambilnya dari wastafel toilet. Yah, harus pintar-pintar memanfaatkan fasilitas yang ada.

Satu kali kami dapat kesempatan untuk mengunjungi Masjid yang ada di Seoul. Waktu itu kami hendak malaksanakan sholat Jumat. Masjid itu berada di daerah Itaewon. Jarak Itaewon dari kantor (daerah Yeoksam Gangnam) adalah 30 menit by Taxi. 

Daerah Itaewon
Sesampainya di sekitar Masjid, cukup banyak restoran yang menyajikan menu Halal. Dari menu timur tengah hingga menu nasi khas Melayu. Waktu itu kami mencoba nasi briani sebagai menu makan siang kami. Mungkin karena saya yang gak pernah makan nasi briani + tumpukan daging, waktu itu rasanya enak banget..

Lanjut sholat Jumat. Masjid Itaewon atau Masjid Pusat Seoul ini cukup besar. Jamaah yang bisa ditampung perkiraan saya bisa 500an orang. Jamaahnya sendiri dari bermacam-macam negara, dari Timur-tengah, africa, Melayu hingga Korea sendiri. 

Pintu utama Masjid 
Sholat Jumat di sini disampaikan dalam 3 bahasa. Arab, Inggris dan Korea. Karena disampaikan dalam 3 bahasa, waktu pelaksanaan Sholat Jumat menjadi cukup lama. Total 1 jam lebih pelaksanaan Sholat Jumat di sini. 

Setelah selesai sholat Jumat, jamaah tumpah ruah keluar Masjid. Momen yang sangat indah menurut saya. Semua orang dari berbagai macam ras budaya negara berkumpul saling menyapa dan berjabat tangan. Saya pikir ini adalah salah satu keindahan agama Islam yang menyatukan berbagai macam orang dalam satu ikatan persaudaraan sebenarnya. 

Jamaah masjid bercengkrama setelah Sholat Jumat
Oke, sekian dulu part 2 ini. Sampai ketemu di part #3

Sekian_kdn

Sabtu, 10 Desember 2016

Annyeong Haseyo #1

Jadi kemarin saya ditugaskan mencari kitab suci ke Korea Selatan untuk keperluan kantor. Karena ini adalah pengalaman pertama saya pergi jauh, jadi saya coba share beberapa cerita sederhana tetang negeri Korea.

First Impression

Mendarat di bandara Incheon, dari dalam pesawat saya bisa melihat bendera Korea Selatan super besar berkibar dengan gagahnya. Dari situ saya yakin saya berada di Korea waktu itu. Sayapun keluar pesawat dan memasuki Bandara.

Di dalam bandara sebetulnya biasa saja. Mungkin sebagai perbandingan, Bandara Incheon mirip-mirip bandara Ultimatenya Soetta. Tapi secara pelayanan bandara ini memang bagus sekali. Seperti pengambilan bagasi yang tidak butuh waktu lama dan transportasi yang semuanya terkoneksi. Dari lokasi kedatangan pesawat menuju imigrasi kita memakai subway/ kereta bawah tanah. Bisa dibayangkan betapa besar bandara ini. 

Oke lanjut ke perjalanan ke kota Seoul. Transportasi publik di Bandara Incheon adalah dengan subway. Dengan subway waktu tempuh dan tunggu penumpang sangat reliable. Waktu tunggu penumpang mungkin paling lama setiap 15 menit, sehingga penumpang dapat memaksimalkan waktu mereka kalau janjian sama orang lain. Bandara Incheon terletak di pesisir barat Korea Selatan, sedangakan Seoul terletak di sebelah timur dari bandara incheon. Jaraknya cukup jauh, jika memakai subway waktu tempuhnya kurang lebih 1 jam. Tetapi ada alternative lain jika ingin lebih cepat ke Seoul. Kita bisa menggunakan kereta cepat Airport Railway Express (AREX). Waktu tempuh dengan AREX dari Bandara ke Seoul kurang lebih 40 menit. 

Di dalam subway

Oke kita sampai di Kota Seoul. Hal baru yang saya rasakan adalah DINGIN... Kebetulan saya berangkat ketika Korea sedang awal-awal musim dingin. Temperature berkisar 0-15 deg C. Sebagai orang Indonesia yang baru pertama kali merasakan ini, saya bisa saja gak pakai jaket seharian hanya untuk merasakan sensasi dingin di perkotaan siang bolong, untungnya saya masih tau diri. 

Siang bolong pakai jaket tebel. Seru juga sebetulnya, katrok.
Ngomong-ngomong orang Korea. Saya pernah diceritakan perbandingan antara orang Korea dan Jepang. Intinya orang Korea lebih cuek dibanding dengan orang Jepang, apalagi yang ada di kota besar macam Seoul. Betul juga sih, gak pakai basa-basi, senyam-senyum. Tapi memang mungkin default orang Asia ya, orang Korea itu sebetulnya ramah dan baik-baik. Contohnya saja partner kerja saya orangnya baik, jujur dan ramah. Contoh lain juga mereka tidak segan-segan membantu orang kesusahan, terjadi waktu saya dan teman-teman kesusahan keluar stasiun karena bingung nge-tap kartu T-money di pintu keluar. Ada seorang ibu yang dengan cekatan membantu mengarahkan kami ke pintu emergency untuk keluar tanpa nge-tap kartu. Yah, asyiklah pokoknya..

Mungkin itu dulu bagian pertama. Sampai ketemu di postingan selanjutnya :D

Sekian-kdn

Minggu, 25 September 2016

Bontangss...

How i miss this city.... Ribuan jutaan kenangan.. Tidak bisa saya lupakan. Selain kotanya yang nyaman, di sana juga saya bertemu teman-teman sekolah yang luar biasa. Mewarnai perjalanan masa-masa remaja yang sangat berwarna. Teman yang luar biasa, luar biasa.. 

Saya mau cerita tentang salah satu tugas sekolah zaman masih SMA. Akibat memasukkan keyword 'vidatra' di youtube, jadilah saya ketemu video kocak bin gak jelas yang membuat saya tambah kangen sama teman-teman saya zaman sekolah dulu.

Jadi dulu waktu kelas 1 SMA, kami diminta membuat tugas membuat film oleh guru Seni dan Budaya. Jadilah kami sekelas berembug memikirkan film apa yang akan kami buat. Saya masih ingat waktu itu karena ide sudah mandeg, saya mengusulkan ide membuat film Tarzan yang masuk sekolah umum, menceritakan segala ketidakjelasan Tarzan dari hutan yang belajar di sekolah manusia beradab. Dann.. ide saya waktu itu ditolak mentah-mentah oleh kaum wanita yang tentu saja menginginkan sebuah tema yang lebih terkonsep (kayanya saya memang selalu merasa teman-teman saya terutama yang cewe selalu memikirkan konsep segala event sekolah dengan baik dan benar, ciri-ciri orang sukses..wkwkwk). Singkat cerita salah seorang teman cewe mengusulkan membuat film yang diadopsi dari sebuah novel karangan kakak kelas teman saya juga. Judul novelnya Reina Gadis dari Mars. dari judulnya saja sudah terbayang betapa film ini gak jelas... tapi okelah dari sisi kerapihan, film ini memang dikonsep secara rapi.. Salute !! 

Proses syuting film ini diambil di seputaran sekolah dan lingkungan PTB. Dari scene-scenenya tambah membuat saya kangen. Belum lagi kelakuan-kelakuan sahabat saya yang agak gendeng setengah gila. Mungkin biasa saja kalau orang lain yang lihat. Tapi kalau saya yang membayangkan teman-teman saya memerankan sebuah peran di film ini, saya ngekek membayangkan wajah mereka satu-persatu. Semoga kalian semua selalu sehat dan berada dalam lindungan Allah SWT. 

Saya ambil contoh, melihat adegan kawan saya alm. Rudi Rauf. Saya ngekek melihat dia, apalagi kalau sudah ketemu sama Amri ustaz abal-abal.. tambah ngekek saya membayangkan persahabatan mereka berdua. Contoh adegannya waktu si Rudi dkk lagi makan di REGA (menit 1.01.06), si Amri datang membawa nampan membawakan minuman untuk mereka, terus Rudi dkk berkata kepada Amri, "makasih om..", sama sekali adegan yang gak penting... Terus waktu mereka bubar, si Rudi tiba-tiba datang lagi ke meja, cuma mau ngambil tas yang ketinggalan di meja lalu nyeruput jus jeruk yang belum habis dan langsung berlalu, si Amri yang entah kenapa ada juga di scene itu cuma bisa megang-megang kepala gak jelas. Lagi-lagi, sama sekali adegan yang tidak penting (2).

Saya juga ketawa melihat adegan-adegan mereka secara umum. Ada Rizal yang memang dasarnya orang ini cerdas dan kocak, Adli yang lugu-lugu gak jelas, erick yang di film ini sama sekali tidak mewakili kepribadiannya, reja gak jelas sama sekali, charles yang memang paslah di film ini, cewe-cewe yang pake jilbab tapi jadi genk sekolah yang mengintimidasi reina di toilet sekolah (astagfirullah..), ada kawan-kawan yang dulu aktif bareng di organisasi semacam Mayang, Ainun dan Dini, tiga-tiganya udah nikah..wkwkwkkk.. 


Yah, hanya share tentang kerinduan kota Bontang + segala pernak-perniknya. Sudah beberapa bulan terakhir ini merasa kangen sekali dengan kota ini. Semoga bisa kembali ke kota ini membangun dan berkarya di sana. Ohiya buat teman-teman saya, sukses selalu. Jangan lupa kita pernah membuat film gak jelas semacam ini. 

unquote : suatu malam waktu film ini diedit di rumah sang sutradara Ofianto si tangan kasar. Si Erick yang hobbynya loncat-loncat melihat timbangan badan di lantai. Entah kenapa ia reflek loncat-loncat di timbangan itu. Alhasil timbangan itu rusak (panah penunjuknya gak balik-balik lagi). Ofianto sang tuan rumahpun melihat kerusakan yang terjadi pada timbangannya dan sontak marah-marah. Tiba-tiba ia teriak,"weh, 300 ribuuu iniii !!!!". Kok bisa dia menentukan harga timbangan secepat itu. Masih bingung sampai hari ini saya.. wkwkwkk peace fi :DD

Thanks_kdn



Senin, 05 September 2016

Piping Hint - Allowable Nozzle for Static Equipment

Kali ini saya akan sedikit membahas mengenai evaluasi sistem perpipaan yang terpasang pada nozzle static equipment. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita memastikan Force (F) dan Moment (M) dari pipa tidak merusak nozzle dari static equipment. Tentu saja penentuan allowable load pada nozzle equipment menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Setelah penentuan allowable load didapatkan, maka kita bisa membandingkan hasil kalkulasi Force dan Moment pada pipa terhadap allowable load pada nozzle equipment.

Dwg. 1 Typical F & M axis (drawing : piping-engineering.com)
Pada Dwg. 1 kita dapat melihat arah force dan moment yang menjadi pembanding hasil perhitungan stress pada pipa. Nilai dari allowable load nozzle bisa didapatkan dari referensi umum (handbook, internet, etc) maupun internal formula dari perusahaan tertentu. Biasanya nilai Force dan Moment akan bergantung pada faktor geomteri vessel dan diameter dari pipa. Cylindrical shell dan dished/ spherical/ ellipsoidal akan memberikan nilai allowable yang berbeda.

Evaluasi nilai maximum allowable nozzle static equipment dapat pula dilakukan degan mengikuti skema WRC 107/WRC 297. Output dari skema WRC 107/ 297 adalah maximum Force dan Moment pada pipa dari input vessel geometri termasuk reinforced pad, internal pressure dan kekuatan material. Jika kita merujuk pada program CAESAR, kita dapat langsung memberikan input dari vessel, force & moment dari pipa hingga evaluasi aman tidaknya sistem koneksi pipa ke nozzle vessel. 

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan langsung komentar saja. InsyaAllah akan dijawab jika saya memang punya jawabannya :) feel free to discuss...

Thanks_kdn


Rabu, 27 Juli 2016

Hampir

Hampir..
Kutemui dengan niat lurus
Setidaknya kucoba meluruskan niat
Yakin mulai muncul
Bunga mulai mekar
Kuusahakan dirimu
Tapi....
Inilah mungkin yang namanya hampir..
Hampir saja...

Sekian_kdn



Minggu, 10 April 2016

Kemana

Pernah Sarah bilang ke Si Doel kalau Si Doel itu lebih cocok kuliah di jurusan filsafat daripada jurusan Teknik Mesin. Saya kok jadi merasa seperti Si Doel ya.. Tapi betapa itu memang benar adanya terkadang aku ini begitu dalam memaknai hal yang begitu sederhana di depan mata.wekekkk.. 

Umur saya 25 tahun sekarang. Banyak sekali hal-hal selalu terpikir, seperti nikah, nikah, nikah.. tujuan hidup, mau apa lagi di usia sekarang, orang tua, pekerjaan, konsep hidup di masa yang akan datang, mengapa orang Indonesia suka buang sampah sembarangan dan banyak lagi yang lainnya. 

Semua pemikiran-pemikiran bermuara pada satu kesimpulan, bijaklah menjadi manusia. Manusia yang bijak memandang persoalan, manusia yang bijak dalam berpikir serta bijak dalam bertindak. Kebijaksanaan ini akan bermuara pada suatu kebahagiaan. Dan kebahagiaan akan sempurna ketika kita kembalikan semua kepada Tuhan. Tuhan yang mengatur segala penciptaan dan kejadiaan yang mustahil akibat suatu kebetulan. Nikmat.. susah dipraktekkan tapi.. 

Saya juga mencoba selalu bijak, termasuk apapun do'a saya yang mungkin belum dikabulkan oleh Tuhan.
 
Btw, mengutip postingan kakak saya, "Cobalah tidak menjadi orang yang sukses, tapi jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain" MERDEKA !! TETAP SEMANGAT !! 

Syukur dan Ikhlaskan, Alhamdulillahirobbilalamiin..

Minggu, April 10th 2016 - di kantor yang sudah bukan jam lembur
Sekian_kdn

Sabtu, 06 Februari 2016

Untuk Kawan Lamaku

Sudah sekitar 6 tahun saya meninggalkan Kota Bontang. Dengan segala kenangan dan ceritanya yang memang betul-betul membuat saya menjadi orang yang sebegitu kangennya dengan kota ini. Salah satu faktor yang membuat kangen itu muncul adalah setiap kali saya ingat kawan-kawan saya selama di Bontang. Mereka yang membuat hari-hari saya di Bontang menjadi begitu berkesan.. Sangat berkesan... 

Laut darat sama-sama. Menikamti tanah borneo dan kearifan dengan semestinya. Thanks fellas.. 
Saya juga lucu kalau mengingat logat-logat yang sering kami katakan sebagai anak Bontang. Seperti botek, sota' barota, gibil, giba, cutek, bete en de gete', jadi jung, manisss, maniss bertaa.. Saya ketawa sendiri kalau membayangkan teman-teman saya mengatakannya. Lucu saja, entah dari mana asalnya yang penting enak kami katakan waktu itu. 

Kebetulan dulu saya hobby masuk-masuk hutan dengan anak-anak Pramuka. Mereka orang-orang spesial. Puluhan kali satu tenda, dari kondisi panas, hujan, tanah bebatuan dan hutan. Pernah buang hajat besar di tengah hutan secara bergantian, berenang di sungai dan lautan, masuk ke goa dan bergembira, ditangisi oleh sekumpulan wanita, meloncati bara api dan menginjaknya, menolong rusa di tengah hutan dan banyak lagi cerita yang terpatri kuat di otak saya. 

Mereka adalah teman-teman yang kebetulan bertemu saya dan pas memiliki hobby yang sama. Sama-sama suka menjadi orang gila dan menyatu dengan tanah benua etam. 

Terimakasih kawan, semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu ada bersama kalian saat ini, di manapun kalian berada di muka bumi ini... 

Sekian_kdn

Minggu, 23 Agustus 2015

#Jodoh

Jodoh..
Semoga kita akan bertemu..
Aku berharap sih secepatnya...

Jodoh..
Semoga saat itu kita bertemu..
Saat kau dan aku memang sedang punya niat terbaik...

Jodoh..
Ah.. keras hatiku, semoga luntur oleh lembut hatimu..
Menyempurnakan isi hati dan nurani..

Menguatkan aku yang terkadang goyang oleh angin yang kencang..
Bertahan dan saling berpegang..
Menjalani dan mengarungi hidup yang menderu-deru.
Sepertinya memang itu akan berjalan seru...

Jodoh.. semogalah...

Sekian_kdn

Minggu, 14 Juni 2015

Cerita Buluk #6

Mr. Freeze

Suatu hari ada orang cool naik busway. Saking coolnya dia selalu menatap lurus ke depan dan seolah acuh dengan kondisi sekitarnya. 

Singkat cerita, sebelum dia naik busway dia beli beberapa tempe mendoan yang sedap sekali dia pandang. Dia niatkan untuk memakannya di dalam busway. Di dalam busway yang tidak terlalu ramai, makanlah ia dengan nikmatnya sampai terbersit dan tersadarlah ia bahwa di dalam busway dilarang makan dan minum. 

Karena cool dan jaim, dia sok-sokan berhenti memakan tempe mendoannya yang tinggal dua kali gigit lagi habis. Dia pura-pura terlihat biasa sambil memegang tempe mendoan yang sudah ada gigitannya. Sambil terus terlihat cool, dia pindah tempat berdiri di pinggir pintu busway tepat antara ruang wanita dan umum. 

Beberapa menit kemudian, sambil terus memegang tempe mendoan dan memasang muka cool, dia niat untuk turun di halte selanjutnya karena sebetulnya dia merasa malu telah melanggar peraturan makan di dalam busway. 

Sesaat hilang fokus, dia yang berdiri di pinggir pintu busway tidak waspada mendengar sirine tanda pintu busway yang akan terbuka karena sudah sampai di halte pemberhentian. Tiba-tiba pintu terbuka mendorong dia yang lagi stay cool nyender di pinggir gerbang pintu dan reflek tolah-toleh kanan-kiri menyangka ada orang yang mendorong dirinya. Setelah momen tolah-toleh itu penumpang yang mayoritas duduk dan wanita melihat dia yang tolah-toleh gak jelas. Pintu buswaypun tertutup dan dia tidak sempat keluar. 

Oke, di halte selanjutnya dia berhasil keluar dengan wajah cool ganteng maksimal. Dalam hatinya berkata, "sakit sih gak sakit ya.. malunya itu lo...untung gak ada yang kenal..."

Jumat, 29 Mei 2015

Waras

Waras, satu kata ini ternyata sangat penting saat kita mengarungi bahtera kehidupan. Menjadi waras menurut saya tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Mencoba menjadi manusia sebiasa mungkin dan itu belum cukup menjamin kita menjadi seseorang yang punya pikiran waras. 

Saya jadi cukup mengerti, mengapa manusia menjadi sangat suka uang sehingga ia menjadi setengah waras.

Saya jadi cukup paham, mengapa manusia begitu suka jadi penguasa sehingga ia menjadi tak waras.

Dan banyak lagi ketidakwarasan yang ternyata bisa dengan mudah saya temui dalam kehidupan sehari-hari.

Kadang-kadang saya juga berpikir. Saya anak manusia sepertinya mulai tidak waras. Mulai suka main-main, egois, acuh tak acuh, kufur nikmat, haus segalanya.. 

Di simpang jalan saya hanya berdoa kepada Tuhan, jadikan kami semua hamba yang selalu bersyukur, arif dan bijaksana memandang kehidupan. Dan tidak lupa aku juga berdoa, ampuni kami semua dan buat kami tetap waras. 

Sekian_kdn

Minggu, 26 April 2015

Nikmat


Di dinding tembok itu tertulis tahun ini sudah harus bisa diving, dan ketika itu terjadi saya jadi lebih mengerti dan bersyukur akan nikmat Tuhan kepada saya..

Saya lebih paham akan nikmat pendengaran dan pengelihatan. Pun ketika turun menyelam saya jadi mengerti betapa penting pendengaran dan pengelihatan.

Indah dunia bawah laut seperti dunia baru. Baru terlihat di depan mata dan kepala. Ikan-ikan berenang bersama di depan mata dan kepala. Semua itu saya katakan sebagai satu kata.. nikmat...

Alhamdulillah...

Sekian_kdn


Kamis, 12 Maret 2015

Cerita Buluk #5

Tahukah dirimu, apakah tidur yang paling nyenyak di dunia? Tidur yang paling nyenyak di dunia itu (mungkin) adalah tidur saat mendengarkan khotbah Jum'at. Waktu tidurnya mungkin hanya 20 menit + posisi duduk, tapi menurut saya itu adalah tidur dengan kualitas nomer wahid sangat nyenyak. Salah satu alasan mengapa tidur ini menjadi sangat berkualitas (mungkin) adalah bisikan syaiton yang menambah nikmat semilir angin masjid penunjang tidur yang berkualitas.

Oke, lanjut ke inti cerita. Saya termasuk yang sering tertidur saat khotbah Jum'at. Entah itu tertidur atau berpangku tangan seperti sengaja tidur. Suatu hari saya bertekad untuk mendengarkan khotbah jum'at dengan penuh antusias mengingat sudah sering saya TERTIDUR saat khotbah jum'at dimulai.

Jum'at itu saya merasa lumayan segar, tidak mengantuk. Penceramah naik mimbar setelah Adzan kedua. Melanjutkan ceramahnya dengan pembukaan berbahasa arab. Saya mencoba melawan kantuk yang mulai datang dan terus mendengar ustazz berbicara berbahasa Arab. Masih, menggunakan bahasa arab dia terus berbicara, dalam hati saya berujar, "ini muqaddimahnya panjang juga ya". Sampai pada satu waktu sang ustaz duduk sejenak dan kembali berdiri melanjutkan ceramahnya yang masih berbahasa arab. Saya masih berpikir, amalan apalagi ini yg dipraktikkan sang ustazz. Lalu tiba-tiba sang ustazz berdoa untuk kaum muslimin dan muslimat menandakan ceramah sudah masuk rukun doa. Saya langsung menyadari kalau ceramah sudah masuk khutbah kedua sedari tadi dan saya sukses mecapai target mendengarkan khotbah Jum'at tanpa tertidur. 

Sholat Jum'at, dan selesai. Saya masih berpikir, satu2nya hikmah yang saya dapat dari ceramah jum'at tadi adalah pentingnya kita menguasai bahasa arab.

sekian_kdn

Jumat, 06 Februari 2015

Konsep Hutan

Dalam mengarungi bahtera kehidupan biasanya kita punya obsesi tersendiri bagaimana kita berlayar dan dengan cara apa kita membentangkan layar perahunya. Saya sendiri punya satu obsesi atau bisa dibilang bermimpi untuk mengarungi kehidupan ini di tengah hutan (konsep hutan). Merdeka, sederhana, arif dan terlihat macho.
 Salah satu kebun merica di tengah hutan yg pernah saya datangi. Saya gregetan manja melihat kebunnya..
Saya membayangkan saat saya butuh sayur ataupun buah, saya tinggal pergi ke hutan atau kebun kecil di sekitar rumah. Memetik sendiri dan mengolahnya sendiri. Saat mau makan ikan, daging atau ayam, saya tinggal mancing di sungai 500 m dari rumah, berburu rusa di hutan (mungkin nangkep rusa agak repot ya) atau ke kandang ayam belakang rumah. Saya berada di tengah hutan dan membuat sistem sendiri, merdeka dan menjadi manusia yang arif.

Banyak contoh kehidupan hutan yang cocok dengan bayangan saya. Saya pernah berkunjung ke kebun seseorang yang berada di tengah hutan. Di sana dia punya beberapa jenis tanaman kebun dan salah satunya adalah durian. Jadilah saya untuk pertama kalinya memakan durian yang baru jatuh dari pohonnya (sehari setelahnya saya langsung diare..). Saya juga pernah berkunjung ke sawah jadi-jadian di antahberantah, kebun merica, pohon kapas, dll. Suasananya saya suka, permai. Contoh sempurna hidup di tengah hutan itu juga bisa dilihat di sinema kartun Masha & The Bear, perfect !! Literally bukan di tengah hutan, jauh dari kota sebetulnya sudah cukup mewakili konsep hutan menurut saya. 

Hambatan pasti ada, seperti jauh dari segala hidup kekinian, gadget, i-net, akses keseluruh dunia, "kemudahan" hidup, dll. Tapi toh itu sebetulnya yang membuat konsep hutan ini luar biasa. Merdeka menjadi manusia seutuhnya.

Tapi ada satu hal sebetulnya. Kemarin saya denger temen kantor saya (cowboy senior) bilang, "Saya juga pengen hidup begitu, di tengah hutan. Tapi mau diapain istri dan anak, mau anak jadi kuper diajak ke tengah hutan gak punya teman. Ya sudah, jadilah saya hidup di kota". Saya cuma angguk2. Tapi yang namanya obsesikan gak papa ditanam dalam hati, setidaknya dia terus ada tumbuh, tidak menghilang.

Cuma sharing saja sih sebetulnya. Mungkin kalau semua kota di Indonesia bisa lebih permai dan bermartabat saya jadi punya obsesi yang lain dari pada hidup di tengah hutan dengan segala kesunyiannya.


Curhat colongan :
"What made me bahave that way?
Using word i never say,
I can only think it must be love,
Oh anyway, it's looking like a beautiful day..." Elbow - One Day Like This
Saya cuma senyum sambil menyilangkan tangan. Pura2 tidur dalam perjalanan.

Sekian_kdn



Senin, 13 Oktober 2014

Entah

Kadang-kadang aku kangen melihatmu bersemangat,
menggebu-gebu..
tidak hitungan,
main hajar,
bergembira dengan perjuangan..

Kadang-kadang aku rindu melihatmu bersikap optimis,
yakin,
visioner,
positif memandang sesuatu,
tertawa akan kesempitan..

Kadang-kadang.. entahlah...
sekian_kdn

Selasa, 07 Oktober 2014

Cerita Buluk #4

Cilegon - Suatu hari saya diminta menyiapkan list pertanyaan untuk pekerjaan sebuah project baru. Tidak semua memang, saya hanya diminta untuk menyiapkan list pertanyaan untuk disiplin Mechanical dan Piping. Karena posisi saya yang relatif baru (no need excuse :D) dan pengetahuan mengenai dunia engineering yang masih cetek, saya jalan terus merunut semua pertanyaan yang saya pikir pantas untuk ditanyakan.

Singkat cerita sampailah saya pada sebuah meeting membahas pertanyaan2 yg sudah disiapkan kelompok kecil yang terdiri dari berbagai disiplin, termasuk saya (Mechanical & Piping). Tak disangka tak dinyana meeting tersebut ramai dengan beberapa orang level atas dan ekspatriat berkulit sawo matang :). Saya yang masih anak bawang sontak "deg-degan". Yang ada di pikiran saat itu adalah apa yang akan terjadi saat beberapa "stupid questions" itu tampil di layar proyektor. Untunglah, saya pernah ikutan Pramuka. Mental ini terlatih untuk menghadapi segala macam kemungkinan. Yah apapun yang terjadi hadapi saja, jawab saja, sebisanya.

Berjalan meeting, sampailah pada sesi tanya jawab. Di sheet excel yang sudah disiapkan menunggu ikon mechanical piping (MECH-PIP) untuk segera di-klik. Sebelumnya ada pembahasan secara general bagaimana project ini akan berjalan. Hampir selesai pembahasan general mengenai proses dari project, tibalah saatnya list pertanyaan MECH-PIP ditampilkan. Sheet MECH-PIP sudah hampir dibuka saat boss saya mengatakan bahwa sisa pertanyaan dari disiplin yang lain akan dibahas lebih detail pada pertemuan selanjutnya bersama orang yang lebih specific pada disiplinnya masing-masing. Saya yang dari awal sudah menikmati adrenalin mangalir di seluruh tubuh otomatis mengucap kata syukur paripurna "Alhamdulillah..."

sekian_kdn

Jumat, 12 September 2014

Celoteh

Saat kuliah Matematika 4, Pak Dosen, sebut saja Pak Mawan menjelasakan sebuah persamaan panjang yang cukup rumit. Karena ini mata kuliah Matematika 4, otomatis pengetahuan yang diajarkan berkaitan dengan mata kuliah Matematika 1, 2 dan 3. Pak Mawan menuliskan persamaan panjang itu di papan kapur kelas. Setelah selesai menulis beliau menjelaskan formula itu panjang lebar. Di satu titik beliau mengupas kembali pelajaran di mata kuliah Matematika 1, 2 dan 3. Beliau bertanya kepada semua penghuni kelas, "Ingatkan yang ini? dulu diajarin kan? masa' lupa??.. Dulu gak ngerti sekarang lupa...". Sontak seisi kelas tertawa berjamaah..

Nah ini waktu kuliah Perpindahan Kalor dan Massa. Pak Ipul (nama samaran) yang gemar berkelakar di kelas bercerita mengenai perkembangan dunia otomotif dunia. Dia mencontohkan China yang sangat cerdas menjiplak kecanggihan teknologi negara lain. Seperti motor Jepang yang sukses dijiplak pabrikan China. Pak Ipul-pun menyebut satu merk pabrikan China benama Jialing. "China itu hebat ya, coba liat motornya dijual di Indonesia namanya Jialing. Sebetulnya Indonesia juga bisa seperti China main contoh teknologi. Kita buat motor juga seperti pabrikan China "Jialing" dan kita kasih nama motor kita "Jianc*k"...". Lagi-lagi, seisi kelas tanpa komando tertawa bersama.

Based on true story..
Sekian_kdn

Jumat, 05 September 2014

Mungkin

Saya mau cerita sedikit, boleh kan ya.. Jadi sudah hampir 6 bulan ini saya tinggal di sebuah kota di ujung pulau jawa, Cilegon. Kota dengan banyak sekali plant besar, mungkin kalau dibayangkan perputaran uang di sini bisa gak kebayang, jadi gak usah dibayangkan..hehehee..

Selama di kota ini saya tidak punya kendaraan bermotor, saya hanya mengandalkan jalan kaki + sepeda untuk akses kemana-mana. Selama jalan kaki + sepeda itu saya jadi bisa melihat langsung keadaan kota ini secara lebih utuh dan apa adanya.

Saya sering sekali mikir jika bertemu dengan sesuatu yang unik atau apapunlah yang bisa membuat saya berpikir. Kadang-kadang dari situ saya cuma bisa ketawa atau ngelus dada. Sehabis mikir bisa bersyukur atau malah bersedih.

Saya ambil contoh, ini terjadi sudah lama dan setiap saya melihat ini pasti langsung mikir. Jadi di kota ini saya sering bertemu dengan orang gila. Ya orang gila, secara visual kita bisa langsung mengenali mereka. Mereka terlihat tidak terurus, berantakan, lusuh, memakai pakaian yang tidak layak bahkan ada yang tidak memakai pakaian sama sekali. Tuhan ampuni kami semua...

Diambil di pinggir jalan plant Krakatau Steel
Setiap saya melihat mereka saya berpikir kita adalah manusia yang sama-sama hidup di dunia ini. Dengan berjuta limpahan rahmat dari Tuhan untuk kita ambil dan bersama-sama menikmatinya. Kenyataannya saya terus melihat mereka berada di jalan-jalan kota ini hampir disetiap perjalanan sepeda saya.

Ingin membantu sebetulnya, entahlah tapi saya menemukan diri saya harus menerima kenyataan bahwa saya hanya bisa melihat mereka tanpa melakukan hal apapun. Saya harus menerima kenyataan bahwa saya menemukan diri saya seperti orang-orang yang lain membiarkan mereka hidup seperti itu. Seperti menganggap mereka tidak ada. Entahlah, mungkin saya tidak bisa membantu apa-apa untuk orang lain. Setidaknya ini masih mungkin, semoga kata mungkin tidak berubah menjadi kata memang. Semoga.

sekian_kdn



Sabtu, 23 Agustus 2014

Selamat Malam Hati

Selamat malam hati.
bagaimana kabarmu di sana ?
apakah baik-baik saja,
atau kau paksakan sehingga terlihat baik-baik saja.

Selamat malam hati,
bagaimana pula kabar karibmu si nurani ?
apa dia sehat-sehat saja,
yah semoga ia tidak pernah berubah persis seperti ia yang lama.

Selamat malam hati,
aku khawatir akan dirimu,
sangat khawatir terhadapmu,
jaga dirimu selalu,
karena kau temanku memandang semua hal ini dan itu.

Tetap menjadi pengawal,
tetap menjadi pengingat,
tetap menjadi batas,
aku ucapkan sekali lagi, selamat malam hatiku.

sekian_kdn